Minggu, 21 Maret 2010

Yanto Lunardi Iskandar - Anggota Tim Penemu HIV dan Metode Peningkatan Hematopoiesis (Inventor Team Improved methods of HIV and Hematopoiesis)

"Berkat temuannya, nama Prof. Yanto Lunardi tercatat dalam jurnal ternama bidang kesehatan, New England Journal of Medicine, edisi Maret 2008. Dia juga disebut-sebut sebagai kandidat penghargaan Nobel untuk kesehatan tahun ini."
Prof. Yanto Lunardi, Penemu HIV dari Indonesia: “Small Peptides Theurapeutique for Infectious Disease, Anti-Aging, and Malignant Cancer”
Dewan Riset Nasional (DRN) bekerjasama dengan Deputi Bidang Sipteknas Kementerian Negara Riset dan Teknologi menyelenggarakan ceramah ilmiah dengan tema “Small Peptides Theurapeutique for Infectious Disease, Anti-Aging, and Malignant Cancer”, Rabu (9/7), dengan menghadirkan Prof. Yanto Lunardi, penemu HIV dari Indonesia, sebagai pembicara.
Prof. Yanto Lunardi saat ini tergabung dalam Institut of Human Virology (IHV) – University of Maryland Biotechnology Institute, USA. Ia merupakan salah seorang anggota tim peneliti pimpinan Prof. Robert
Charles Galo (Direktur IHV) yang berhasil menemukan HIV penyebab AIDS pada tahun 1984. Bersama Prof. Robert Charles Galo dan Joseph Bryant, ia telah mendapatkan hak paten atas salah satu hasil penelitiannya dalam hal metode peningkatan hematopoiesis dari turunan human chronic gonadotropin (hCG). Temuan ini menjadi dasar yang penting sebagai tindak lanjut penelitian mereka untuk pengobatan penyakit akibat virus, khususnya kanker dan AIDS.

“Sebagai seorang pakar yang berasal dari Indonesia dan telah mengukir keberhasilan yang tinggi di mancanegara, nama Prof. Yanto Lunardi sepatutnya membuat orang Indonesia ikut merasa bangga. Selain itu, hendaknya dapat pula menambah rasa percaya diri terhadap kemampuan bangsa sendiri dalam mencetak prestasi pada tataran internasional serta mempertebal harapan bahwa kemampuan itu kiranya dapat diwujudkan secara lebih konkrit. Mudah-mudahan kebanggaan seperti ini dapat ditindaklanjuti dengan usaha memunculkan kebanggaan berikutnya dari komunitas ilmiah yang berkiprah di tanah air,” ungkap Ketua DRN Prof. Andrianto Handojo dalam sambutannya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Komisi Teknis Teknologi Kesehatan dan Obat DRN sekaligus Deputi Bidang Sipteknas Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Prof. Amin Soebandrio bertindak sebagai moderator.
“Ceramah Ilmiah yang diadakan DRN ini diharapkan dapat mendorong penguatan kelembagaan Iptek di Indonesia dan menginisiasi jejaring kelembagaan Iptek. Selain itu, melalui ceramah ini diharapkan dapat
diketahui state of the art dari pengetahuan kedokteran, juga agar terbangun komunikasi pelaku iptek secara individu yang akan diikuti dengan adanya jejaring individu dan berujung pada jejaring lembaga,”
tutur Prof. Amin Soebandrio.
Prof. Yanto Lunardi memulai penelitiannya mengenai virus pada temuan obat kanker bagi pengidap penurunan kekebalan tubuh yang disebut peptide matermin. Penemuan ini berawal dari penelitian virus para pengidap virus pemusnah kekebalan tubuh yang kemudian disebut pasien AIDS. Pada tubuh
para penderita AIDS itulah Prof. Yanto Lunardi selalu menemukan kanker yang mempercepat kematian pasien itu. Kanker temuan Prof. Yanto Lunardi tersebut kemudian dipatenkan dengan nama KSY-1 dengan huruf Y diambil dari inisial nama sang penemu, “Yanto”.
Selanjutnya, Prof. Yanto Lunardi beserta tim melakukan penelitian demi mencari cara membunuh kanker itu. Setelah melakukan uji coba terhadap ratusan monyet dan tikus, penelitian tersebut membuahkan hasil. Ekstrak human chorionic gonadotropin (hCG)--jenis hormon peptide yang dihasilkan
embrio baru hasil pembuahan atau dari bagian tertentu plasenta—berhasil membuat sel kanker melakukan bunuh diri massal. Ekstrak human chorionic gonadotropin, yang menyandang nama peptide matermin kini tengah menunggu dipasarkan kepada khalayak penderita kanker dan HIV/AIDS.
Berkat temuannya, nama Prof. Yanto Lunardi tercatat dalam jurnal ternama bidang kesehatan, New England Journal of Medicine, edisi Maret 2008. Dia juga disebut-sebut sebagai kandidat penghargaan Nobel untuk kesehatan tahun ini. Prof. Yanto Lunardi berharap peptide matermin yang ditemukannya juga dapat digunakan untuk pengobatan kanker di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar... Tapi tetap jaga sopan santun

 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Elanglikaytanjua